Saksi Publik Cipari — 31 Mei 2026 Desa Segaralangu, Kecamatan Cipari, dikenal sebagai desa miniatur Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika”. Di desa yang dijuluki “Desa 1000 Budaya” ini, beragam budaya dan agama hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, serta menjaga persatuan dalam perbedaan.
Belum lama ini, Kepala Desa Segaralangu, Bapak Ismail, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh masyarakat yang beragama Buddha. Dalam pesannya, beliau menegaskan bahwa semangat Waisak menjadi pengingat pentingnya nilai-nilai welas asih, toleransi, dan perdamaian bagi kehidupan bersama.
Hari Raya Tri Suci Waisak 2026/2570 B.E akan diperingati umat Buddha pada Minggu, 31 Mei 2026. Tahun ini, perayaan Waisak mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”.
Menjelang hari besar tersebut, umat Buddha di berbagai daerah mulai mengikuti beragam rangkaian kegiatan spiritual, sosial, dan lingkungan yang telah disiapkan. Tradisi peringatan berlangsung selama satu bulan penuh, sebagai bentuk penghayatan dan persiapan batin sebelum puncak perayaan.

Tak mau ketinggalan, warga Desa Segaralangu, khususnya Grumbul Segaralangu, turut serta mempersiapkan diri dan mengikuti kegiatan-kegiatan menyambut Waisak. Partisipasi warga menjadi wujud nyata harmoni sosial yang telah lama terbangun di desa ini.
Dengan semangat “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, suasana kebersamaan di Segaralangu diharapkan terus menguat baik dalam kegiatan ibadah maupun dalam aksi sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Sebagai desa yang menghimpun ratusan bahkan ribuan warna budaya, Segaralangu terus menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukan menjadi jarak, melainkan kekuatan. Melalui pesan Kepala Desa Ismail, perayaan Waisak tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, namun juga sebagai momentum memperkuat persatuan dan kedamaian di lingkungan desa.
Penulis : Riady Nugroho








