Saksi Publik Cilacap – 26 Mei 2026 Pemerintah Kabupaten Cilacap kembali menunjukkan wajah pemerintahan yang progresif melalui keteladanan seorang aparatur sipil negara. Sosok tersebut adalah Ibu Septi Widayah Kurniasih, S.E., M.M., yang menjabat sebagai Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Cipari. Dalam pelaksanaan tugasnya, Ibu Septi dikenal tidak hanya berpegang pada profesionalisme, tetapi juga konsisten menghadirkan sikap yang mendorong kerja kolektif di lingkungan organisasi.
Meski saat ini masih berstatus Golongan III, kiprah dan dedikasinya patut menjadi perhatian. Pelayanan dan kontribusinya menunjukkan bahwa kualitas kinerja tidak ditentukan oleh tingkat golongan semata, melainkan oleh komitmen, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.
Semangat Perubahan Berawal dari Kebiasaan Kecil
Ibu Septi Widayah Kurniasih menegaskan bahwa perubahan besar berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama. Pandangan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pola kerja yang lebih terarah dan berdampak. Melalui pendekatan yang sederhana namun nyata, ia berupaya memastikan bahwa setiap proses kerja tidak hanya memenuhi target administratif, tetapi juga membawa manfaat bagi organisasi dan masyarakat.
Dalam menguatkan budaya kerja, Ibu Septi turut mengangkat inspirasi dari figur-figur yang ia idolakan, yakni Ibu Novita Wijayanti dan Ibu Amy Amalia Surya. Dari teladan tersebut, ia membangun keyakinan bahwa pembaruan dapat dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.
“Kita Mulai Cara Baru” Transformasi Budaya Kerja
Melalui slogan “Kita Mulai Cara Baru”, Ibu Septi mendorong transformasi budaya kerja agar lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman. Transformasi tersebut diwujudkan melalui langkah-langkah praktis, antara lain:
- Efisiensi penggunaan transportasi, dengan memastikan setiap mobilitas memiliki tujuan yang jelas dan terukur.
- Optimalisasi kerja berbasis teknologi digital, guna meningkatkan efektivitas koordinasi dan kecepatan layanan.
- Pembiasaan budaya hemat energi di lingkungan kerja, sebagai wujud tanggung jawab terhadap sumber daya bersama.
Dengan demikian, budaya kerja yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan tidak diposisikan sebagai wacana, melainkan sebagai kebiasaan yang lahir dari pembenahan diri dan konsistensi pelaksanaan.
Ruang Apresiasi dan Keterlibatan di Tempat Kerja
Dalam menjalankan peran, Ibu Septi juga menekankan pentingnya suasana kerja yang sehat dan saling mendukung. Ia berpesan bahwa, meskipun terdapat peran atasan dan rekan sejawat, hubungan kerja tetap harus dijalani dengan semangat kebersamaan.
Menurutnya, banyak pihak atasan maupun rekan sejawat dapat menjadi sumber kasih sayang, pengalaman, dan kekuatan di lingkungan kerja. Ia menilai setiap individu membutuhkan ruang untuk tetap dihargai serta kesempatan untuk dilibatkan dalam proses kerja. Pendekatan ini memperkuat kohesi tim sekaligus mendorong produktivitas yang lebih baik.
Menjaga Arah Program Nasional hingga Target Pemerintah Daerah
Sebagai garda pelayanan pada tingkat paling dasar, Ibu Septi juga menegaskan bahwa seluruh unit pemerintahan memiliki tanggung jawab untuk mensukseskan program nasional hingga program pemerintah daerah. Ia memandang upaya pemutusan kemiskinan harus dilakukan melalui jalur yang berkelanjutan, salah satunya melalui pendidikan, agar anak-anak dari keluarga rentan memiliki masa depan yang lebih baik.
Dengan demikian, harapan yang ingin diwujudkan bukan hanya capaian kinerja internal, melainkan kontribusi nyata menuju kemakmuran bagi segenap rakyat Indonesia.

Keteladanan Ibu Septi Widayah Kurniasih, S.E., M.M., menjadi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari siapa pun, bahkan dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Melalui budaya kerja yang lebih efisien, digital, dan hemat energi, serta melalui sikap kepemimpinan yang mengedepankan apresiasi dan keterlibatan, ia menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik dapat terus ditingkatkan dari tingkat kecamatan.
Semangat “Kita Mulai Cara Baru” yang ia bawa di Kecamatan Cipari diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak, sekaligus mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah maupun nasional.
Penulis : Ismail








