CILACAP, SAKSI PUBLIK – Gelombang aksi demonstrasi mahasiswa yang terjadi secara berjilid-jilid di berbagai wilayah rupanya mulai membawa efek beruntun hingga ke tingkat pedesaan. Berdasarkan pantauan langsung di Pasar Tradisional Cipari, Kabupaten Cilacap, tren penurunan harga sejumlah komoditas pangan utama mulai dirasakan nyata oleh masyarakat.
Penurunan paling signifikan terjadi pada komoditas daging ayam dan telur. Selain faktor situasi politik-ekonomi pasca-demo, penurunan ini dipicu oleh jeda sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat memasuki masa libur sekolah.

Banjir Pasokan Akibat Program MBG Libur Sementara
Ketua Paguyuban Pasar Cipari, Priyatmono, menjelaskan bahwa penurunan harga ini sangat berkaitan erat dengan hukum pasar akibat melimpahnya stok yang biasanya terserap oleh program pemerintah.
“Mungkin dikarenakan pesanan dari pemasok untuk program MBG dihentikan sementara waktu karena anak-anak sekolah sedang libur. Dampaknya, pasar tradisional dibanjiri barang dagangan. Jadinya harga mulai turun cukup jauh dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Priyatmono saat ditemui di lokasi pasar.
Harga Daging Ayam Turun Hingga Rp10.000
Kondisi ini dibenarkan oleh para pedagang di lapangan. Ibu Watinah, salah satu penjual daging ayam di Pasar Cipari yang juga aktif melakukan siaran langsung (live) di TikTok setiap hari untuk memasarkan dagangannya, mengungkapkan penurunan harga terjadi cukup drastis.

Menurut Watinah, penurunan harga daging ayam saat ini berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Dampak Langsung Lapak pedagang kini ramai diserbu pembeli.
Kondisi Pasar Pengunjung Pasar Cipari memanfaatkan momentum ini untuk memborong daging ayam karena harganya yang sangat ramah di kantong.
Harapan Warga Pedesaan
Penurunan harga pangan ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kecamatan Cipari di tengah situasi ekonomi nasional yang dinamis. Kombinasi antara berkurangnya serapan pasar karena libur sekolah dan dampak dari gerakan mahasiswa dinilai membawa berkah tersendiri bagi daya beli warga desa.
Warga dan pedagang berharap stabilitas harga ini dapat terus bertahan lama, sehingga kebutuhan gizi keluarga di tingkat pedesaan tetap terpenuhi tanpa menguras isi dompet. (SP/Red)








