Beranda Daerah Kelompok Tani Sri Budaya Siap Sulap 12 Hektar Lahan Bantarsari

Kelompok Tani Sri Budaya Siap Sulap 12 Hektar Lahan Bantarsari

Suntikan APBN Rp100 Juta Mengucur

21
0

SAKSI PUBLIK, CILACAP 05 JULI 2026 – Angin segar berembus bagi sektor pertanian di Kabupaten Cilacap. Upaya memajukan ketahanan pangan di tingkat desa mendapat dorongan nyata dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.

Pembangunan infrastruktur pertanian kini resmi dimulai oleh Unit Pengelola Pengembangan Komoditas dan Kewirausahaan (UPKK) Kelompok Tani Sri Budaya, Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari. Proyek strategis ini disokong penuh oleh dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan total alokasi mencapai Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah).

Fokus Garap Lahan Belasan Hektar

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek ini bergerak legal di bawah payung Surat Perintah Kerja (SP) DIPA nomor 018.13.2.695354/2026 tertanggal 1 Desember 2025. Target utamanya adalah menyokong dan mengoptimalkan pengembangan lahan pertanian produktif seluas 12 hektar di wilayah Desa Bantarsari.

Pekerjaan fisik di lapangan sudah mulai digenjot sejak 4 Juni 2026 lalu. Dengan jangka waktu pelaksanaan selama 100 hari kalender, seluruh rangkaian pembangunan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 31 Desember 2026.

Apresiasi Pemerintah Desa dan Komitmen Petani

Merespons realisasi anggaran pusat tersebut, Kepala Desa Bantarsari, Ngato Urohman, tidak dapat menyembunyikan rasa apresiasinya. Menurutnya, program ini adalah bentuk konkret kehadiran negara di garis depan pertanian lokal.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian serta seluruh pihak yang telah mendukung kelompok tani di desa kami. Program ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan petani lokal,” ungkap Ngato kepada Saksi Publik, Minggu (5/7/2026).

Ngato juga berharap agar seluruh proses eksekusi di lapangan berjalan tanpa hambatan, tepat waktu, dan memberikan dampak instan yang bisa langsung dirasakan oleh para petani setempat.

Di sisi lain, Ketua UPKK Kelompok Tani Sri Budaya, Daiman, menegaskan kesiapan kelompoknya untuk mengawal penuh amanah anggaran ini. Transparansi dan kualitas pengerjaan menjadi harga mati bagi mereka.

“Dukungan ini sangat kami butuhkan untuk membenahi serta mengembangkan lahan pertanian kami. Kami berkomitmen mengelola dana ini dengan transparan, tepat sasaran, dan menjaga kualitas pekerjaan agar hasil panen petani semakin meningkat,” tegas Daiman optimis.

Menuju Kemandirian Pangan Desa

Akselerasi pembangunan ini diproyeksikan tidak hanya sekadar membenahi fasilitas fisik, melainkan menjadi stimulus besar untuk memperkuat sarana pendukung pertanian modern, meningkatkan produktivitas lahan, serta mencetak kelompok tani yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Ujung dari program ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak baru bagi kebangkitan ekonomi masyarakat Desa Bantarsari secara makro.

(Saksi Publik/Mugi Ir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini