SAKSI PUBLIK – Jakarta 31 Agustus 2026 Durasi perhatian (attention span) audiens modern berada pada titik terendah. Kalangan milenial kini rata-rata hanya membutuhkan 13 detik untuk menilai sebuah konten, sementara Gen Z melangkah lebih jauh dengan pola “formula 181”: 1 detik membaca judul, 8 detik menonton video, dan 1 detik mengambil kesimpulan. Pergeseran perilaku konsumsi media berbasis durasi pendek (TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts) ini memicu evolusi mendasar dalam dunia komunikasi publik, mengubah era public speaking menjadi era public framing.

-
Public Speaking vs. Public Framing
-
Public Speaking: Seni dan keterampilan menyampaikan pesan, ide, atau gagasan secara utuh, terstruktur, dan efektif di hadapan publik agar informasi diterima dengan jernih.
-
Public Framing: Teknik komunikasi selektif yang menyusun, memotong, dan menonjolkan sudut pandang tertentu agar masyarakat mempercayai нарasi yang diinginkan oleh pembuat konten.

-
Pergeseran ini membawa risiko komunikasi yang signifikan. Masalah utama saat ini kerap timbul bukan pada saat video atau pidato tersebut dibuat di panggung, melainkan pasca-penayangan. Potongan video berdurasi beberapa detik yang disebarkan tanpa konteks utuh (out of context) dengan mudah menggiring opini publik menuju simpulan yang salah namun meyakinkan.
-
Implikasi bagi Humas & Komunikator Publik
-
Wajib Adaptif: Humas instansi tidak lagi bisa hanya mengandalkan kelancaran berpidato (public speaking), tetapi harus menguasai strategi pembingkaian konteks sejak awal.
-
Desain Pesan “Tahan Potong”: Setiap pesan kunci harus dirancang agar tidak mudah dipelintir atau dipotong secara berbahaya oleh pihak luar.
-
Kecepatan Klarifikasi: Menyiapkan respons cepat terhadap narasi framing negatif yang beredar di media sosial sebelum opini terlanjur mengkristal.

-
Fenomena formula 181 menuntut kesadaran baru dari dua sisi audiens harus lebih kritis agar tidak mudah menyimpulkan isu kompleks dalam 10 detik, sementara para praktisi humas harus cepat beradaptasi memetakan risiko framing di era konten serba singkat.
( Skamto99 )








