Magelang Saksi Publik – (12/05) Hari Raya Waisak merupakan momen yang sangat suci dan penting bagi umat Buddha di seluruh dunia. Pada tahun ini, kita merayakan Waisak 2569 BE / 2025, sebuah peringatan atas tiga peristiwa utama dalam kehidupan Buddha Gautama: kelahiran, pencapaian Buddhahood, dan wafatnya. Dalam momen yang penuh makna ini, mari kita perkuat praktik dharma dan menebarkan kasih sayang di tengah masyarakat.
Ribuan biksu dari berbagai negara dijadwalkan akan melintasi sejumlah daerah di Indonesia dalam rangka Thudong 2025. Perjalanan ziarah spiritual ini akan dimulai dari Thailand dan berakhir di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat akan bersukacita menyambut rombongan bhiksu yang melaksanakan perjalanan ini menjelang hari raya Waisak.

Thudong adalah sebuah tradisi keagamaan Buddha yang dilakukan oleh 38 bhiksu asal Thailand. Mereka berjalan kaki melewati dua negara, yakni Singapura dan Malaysia, menuju Candi Borobudur di Magelang. Ritual ini bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam, mengingatkan kita akan pentingnya kebersamaan dan pengabdian.
Puncak perayaan Waisak akan berlangsung pada tanggal 12 Mei 2025, di mana detik-detik Waisak akan diakhiri dengan pradaksina atau berjalan mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali. Acara ini akan diakhiri dengan pelepasan 2.569 lampion sebagai simbol cahaya perdamaian. Semoga cahaya kebijaksanaan, cinta kasih, dan kedamaian dari ajaran Sang Buddha senantiasa menerangi hati kita semua.
Mari kita saling menguatkan dalam kebaikan dan hidup berdampingan dengan penuh kasih. Selamat merayakan Hari Raya Waisak!
( Editorial )








