Desa Karangreja, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap mengadakan kegiatan budaya sebagai bentuk kearifan lokal pada 8 Mei 2025. Acara ikonik ini, yang dikenal dengan nama Sedekah Bumi, telah berlangsung secara turun temurun. Melalui kegiatan ini, semangat solidaritas, keragaman, dan penghormatan terhadap identitas budaya bangsa terus bergema.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkompimcam Kecamatan Cipari, dan menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali nilai-nilai luhur warisan budaya, seperti gotong royong, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman. Kepala Desa Karangreja, Bapak Wasono, mengajak semua warga untuk memahami esensi dari acara tersebut. “Mari bersama lestarikan warisan budaya sebagai identitas bangsa!” ujarnya.
Bhabinkamtibmas Desa Karangreja, Bripka Wasito, juga menekankan pentingnya menjaga bumi. “Di hari ini, mari kita jadikan momentum untuk menjaga bumi. Menjaga bumi dapat dimulai dari langkah kecil yang kita lakukan setiap hari di desa,” tambahnya.

Sekretaris Desa Karangreja, Bapak Wagiyanto, S.E, menjelaskan bahwa kegiatan Sedekah Bumi dapat terlaksana berkat keberpihakan semua kelompok masyarakat. “Semua hidangan yang dibawa merupakan swadaya warga. Bahkan, masyarakat rela patungan untuk menyembelih kambing. Semoga kearifan lokal ini bisa berlangsung untuk tahun-tahun yang akan datang sebagai agenda budaya di Karangreja,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan. Indonesia kehilangan ribuan hektar hutan akibat deforestasi, yang berdampak pada banjir, longsor, kekeringan, dan pencemaran udara. Dengan agenda kebudayaan ini, diharapkan dapat memupuk kesadaran masyarakat akan perlunya menjaga bumi sebagai tempat kita berpijak dan menjalani kehidupan.
( Red : Ismail )








