CILACAP TAYEM TIMUR, SAKSI PUBLIK 14 JULI 2026– Angin segar berembus bagi sektor pertanian di Kabupaten Cilacap. Masyarakat Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung, kini tengah bersukacita menyambut dimulainya proyek strategis pembangunan fasilitas irigasi perpompaan. Proyek yang digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang bagi petani setempat ini dibiayai penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pertanian, dengan total nilai investasi mencapai Rp155.700.000.
Pembangunan infrastruktur vital ini dikomandoi langsung oleh Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Bandung. Target utamanya adalah mengairi lahan pertanian produktif seluas 6,74 hektare yang selama ini dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lestari.
Berdasarkan lini masa proyek, pekerjaan fisik di lapangan telah dimulai sejak 22 Mei 2026 dan dijadwalkan rampung total pada 31 Desember 2026. Dengan tenggang waktu pelaksanaan selama 224 hari kalender, proyek ini dikebut agar bisa segera difungsikan secara optimal.
Solusi Krisis Air & Harapan Baru Petani
Selama ini, masalah klasik berupa keterbatasan akses air kerap menjadi momok menakutkan yang menghambat masa tanam dan menekan produktivitas hasil panen petani di wilayah tersebut. Kehadiran irigasi perpompaan ini pun dinilai sebagai jawaban konkret atas jeritan para petani.
Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Gapoktan Lestari, Sudiman, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya atas realisasi proyek ini. Ia optimistis fasilitas baru ini akan membawa perubahan besar bagi roda ekonomi desa.
“Selama ini keterbatasan akses air sering menghambat masa tanam dan hasil panen petani di wilayah kami. Berkat irigasi perpompaan ini, kami berharap lahan pertanian bisa terairi dengan lancar, masa tanam menjadi lebih teratur, dan kesejahteraan petani Desa Tayem Timur semakin meningkat,” ujar Sudiman penuh harap.
Dukungan Pusat untuk Kemandirian Lokal

Pembangunan irigasi perpompaan di Desa Tayem Timur ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat benteng ketahanan pangan nasional yang dimulai dari level desa. Mengusung semangat keberlanjutan, pengelolaan fasilitas modern ini nantinya akan diserahkan sepenuhnya secara mandiri kepada kelompok tani setempat.
Dengan pengelolaan berbasis masyarakat (community-based management), diharapkan asas manfaat dari investasi negara ini dapat dirasakan secara merata, adil, dan berkesinambungan bagi seluruh petani penggarap di wilayah tersebut. Desa Tayem Timur kini bersiap menyongsong era baru pertanian yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.
(Mugi Ir/Red)








