Kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Istana Merdeka
Saksi Publik-Jakarta, 9 Februari 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Perdana Menteri Australia 06/02 2026, Anthony Albanese, di Istana Merdeka, Jakarta. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali kedekatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia sebagai tetangga sekaligus mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo membuka dengan salam damai dari berbagai tradisi agama, menunjukkan sikap inklusif serta penghormatan terhadap keberagaman budaya dan agama. Hal ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk menjalin hubungan baik tidak hanya dengan Australia, tetapi juga dengan komunitas global.
Prabowo menekankan hubungan panjang dan bersejarah antara kedua negara, termasuk dukungan Australia terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pernyataan ini memberikan konteks bahwa hubungan tersebut tidak hanya berbasis kepentingan, tetapi juga persahabatan yang telah terjalin lama.
Salah satu momen kunci dalam pertemuan tersebut adalah penandatanganan Traktat Keamanan Bersama. Ini menandakan niat kedua negara untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik dan menegaskan prinsip “bertetangga baik”, menunjukkan pendekatan diplomasi Indonesia yang aktif.
Selain membahas isu-isu keamanan, Prabowo juga mengajak Australia untuk berinvestasi di sektor pertanian dan hilirisasi mineral. Hal ini menunjukkan fokus pada penguatan ketahanan pangan Indonesia dan potensi kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Sebagai tambahan, terdapat tawaran bagi perusahaan Indonesia untuk turut berinvestasi di Australia.
Dalam bidang pendidikan, Prabowo juga menunjukkan kepentingannya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dengan mengajak Australia berinvestasi dalam sektor pendidikan. Ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Kunjungan ini juga mencakup undangan bagi Perdana Menteri Albanese untuk menghadiri Ocean Impact Summit, yang menekankan pentingnya kolaborasi di bidang kelautan—isu yang menjadi kepentingan bersama dan perlu perhatian dalam konteks keberlanjutan global.
Dengan nada optimis, Prabowo menutup pidatonya dengan harapan untuk memperkuat hubungan kedua negara di masa depan. Ia menegaskan semangat persahabatan dan kerja sama yang diharapkan dapat membawa stabilitas dan kemakmuran bagi kedua belah pihak.
Pidato ini mencerminkan sikap diplomatis yang mengutamakan hubungan baik dan kerja sama saling menguntungkan antara Indonesia dan Australia, serta komitmen untuk menghadapi berbagai tantangan bersama di bidang keamanan, ekonomi, dan pendidikan, sambil tetap menghormati keberagaman budaya yang mengikat kedua negara.
( Skamto99 )








