Beranda Ekonomi Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi Global

222
0

Saksi Publik- Jakarta, 25 September 2025
Melansir dari Deni Surjantoro, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, siaran pers mengenai kinerja APBN menunjukkan bahwa anggaran negara tetap terjaga, mendukung program prioritas nasional, dan berfungsi sebagai katalis pertumbuhan ekonomi.

A. Perkembangan APBN Hingga 31 Agustus 2025

  1. Realisasi Pendapatan Negara
    Hingga akhir Agustus 2025, realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.638,7 triliun, setara dengan 57,2% dari outlook. Penerimaan pajak tercatat Rp1.135,4 triliun, berkontribusi 54,7% dari outlook. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi, terutama di sektor pertambangan, perdagangan, dan perbankan.
  2. Penerimaan Kepabeanan dan Cukai
    Penerimaan dari bea dan cukai mencapai Rp194,9 triliun, tumbuh 6,4% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh harga dan volume ekspor sawit serta perubahan kebijakan penundaan pelunasan pita cukai.
  3. Realisasi PNBP
    Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp306,8 triliun, di mana PNBP SDA Migas dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak, sedangkan PNBP SDA Nonmigas didorong oleh harga batubara dan volume produksi.
  4. Belanja Negara
    Belanja negara terealisasi sebesar Rp1.960,3 triliun, tumbuh 1,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran menjadi faktor kunci dalam pencapaian ini.
  5. Transfer ke Daerah
    Transfer ke daerah mencapai Rp571,5 triliun, lebih tinggi 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meskipun penyaluran meningkat, kinerja belanja daerah perlu ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
  6. Program Prioritas
    Berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat terus berjalan, memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat. Hingga 8 September 2025, program Makan Bergizi Gratis telah terealisasi Rp13 triliun dan menjangkau 22,7 juta penerima manfaat.
  7. Optimisme

    Defisit APBN
    Defisit anggaran tercatat sebesar Rp321,6 triliun (1,35% dari PDB), dengan keseimbangan primer positif sebesar Rp22,0 triliun. Pembiayaan anggaran dilakukan secara hati-hati di tengah dinamika pasar keuangan.

B. Perkembangan Perekonomian

  1. Indeks PMI Manufaktur
    PMI Manufaktur Indonesia menunjukkan angka 51,5, menandakan ekspansi sektor manufaktur seiring dengan pemulihan ekonomi global.
  2. Prospek Ekonomi Global
    Meskipun prospek membaik, ketidakpastian dan risiko eksternal perlu diantisipasi. APBN yang sehat diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan.
  3. Fluktuasi Harga Komoditas
    Harga komoditas tetap fluktuatif, namun kinerja perdagangan Indonesia tetap kuat dengan surplus neraca perdagangan diperkirakan mencapai USD5,3 miliar pada Agustus 2025.
  4. Kinerja Instrumen Keuangan
    Kinerja instrumen keuangan domestik menunjukkan hasil positif, dengan inflow di pasar SBN mencapai Rp42,6 triliun.
  5. Inflasi
    Inflasi Agustus 2025 tercatat stabil di level 2,31% yoy, mendukung daya beli masyarakat berkat kebijakan pengendalian harga yang efektif.
  6. Komitmen Pemerintah
    Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi sektor keuangan, termasuk penempatan kas negara pada bank BUMN untuk meningkatkan likuiditas.
  7. Program Paket Ekonomi
    Pemerintah meluncurkan 8 program paket ekonomi untuk mendukung pertumbuhan, termasuk insentif pajak dan bantuan pangan.

    Semua akan baik baik saja

Tanggapan Positif dari Imam Pasek Foundation

Menanggapi laporan Kementerian Keuangan, Imam Pasek Foundation menyatakan optimisme. Mereka percaya bahwa Indonesia dapat segera mengatasi dampak krisis global berkat pondasi ekonomi yang stabil. “Kita sangat optimis bahwa Indonesia bisa secepatnya lepas dan tak terdampak dari krisis global yang diakibatkan perang ataupun tekanan ekonomi dunia,” ungkap mereka.

Pendidikan sebagai Upaya Pembangunan Bangsa

Kinerja APBN hingga Agustus 2025 menunjukkan bahwa Indonesia tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan Indonesia dapat memperkuat daya saing dan kesejahteraan masyarakat, meskipun tantangan global masih ada.

Penulis : Dani Yuniar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini